Entry: Seorang teman mengingatkan untuk terus berpetualang dan menapak! Sep 25, 2009



Entah apa alasan persisnya. Pokoknya kita mau aja libur panjang kali ini ngelayap keluar rumah. Plan A, jalan ke SIA lewat Batam, gagal. Ganti Plan B yg ternyata lebih seru karena melibatkan si kecil.


Fred, teman baru ku yg orang Belanda, ikut merasa senang mendengar kabar aku pergi liburan. Dia malah menawarkan kita bisa ketemuan di salah satu kota. Tidak tahu persisnya juga konsep liburan apa yg kita pakai dalam perjalanan keluarga kali ini. Si kokok jelas berbahagia. Selama dia tidak harus pergi sekolah dan bisa bermain seharian. Apalagi ini jalan sama ibu bapaknya. Bisa jajan dan nyoba makanan di luar rumah sepuasnya, termasuk menu soda gembira tentunya. Si Fred senang karena bisa jalan2. Tapi tetep ajah, dia harus memilih site apa yg harus dikunjungi, mempelajari budaya2 setempat. Bahkan juga masih berpikir tentang bagaimana memberi penjelasan yg lebih baik untuk kerja konsultasinya ke clientnya yg memang berhubungan erat dengan pemahaman budaya Indonesia. Beda juga dengan istri dan saudara2 perempuannya. Mereka jelas mau ke Bali. Tiduran seharian di pantai. Jauh dari kerja2 harian yg membosankan. Ah aku sendiri, asik aja pergi kemanapun. Selama perginya sama orang2 yg memang mau dan perlu diajak jalan.


Pilihan jalan ke beberapa titik di Jawa karena ada kesempatan. Yaitu mengkombinasikan pekerjaan dan jalan2, ngajarin anak bagaimana 'flying camp' dan berpetualang di negeri sendiri. Memang tidak sefantastik ATLANTIS The Palm di Dubai sana (http://www.atlantisthepalm.com/grandopening.aspx ).

 

Kenapa jarang bepergian?

 

Alasan klasik. Tidak ada dana untuk liburan. Tidak ada jawaban untuk ini. Capek deh...


Ada banyak peluang yg bisa kita pergunakan agar kita bisa ngelayap. Be creative! Tentu saja kepandaian mengemas dan menjual diri jelas diperlukan. Bagaimana caranya agar ada orang yg bayarin kita jalan2. Wah itu seni yg dipelajari dari sejak jaman Lawalata dulu. Memang juga ada beberapa orang yg dikaruniai bakat menjual yg brilian. Walau sesungguhnya ilmu ini bisa dipelajari juga. Apa sih yg tidak bisa.


Liburan tuh apa sih. Menggunakan waktu luang untuk hal yg menyenangkan hati. Pada umumnya kegiatan diluar rutinitas kerja. Ada banyak orang melihat bekerja sebagai suatu yg menyenangkan. Dan tidak melulu melihat itu sebagai suatu beban pekerjaan. Liburan tidak melulu harus menginap di hotel berbintang dan makan di tempat yg mewah. Bisa saja dengan cara membawa baju seperlunya, tidak ada perencanaan ketat, terbuka terhadap segala kemungkinan. Tentu saja diperlukan knowledge yg cukup atas daerah yg dituju. Yah yg paling enak memang memilih pergi sama orang yg pengalaman dan memiliki koneksi dengan daerah atau isu yg kita mau tuju.


Pendidikan Alternatif

Aku curiga. Pengaruh pendidikan yg tidak memperbolehkan kita untuk membebaskan isi kepala maka hasilnya seperti ini. Mungkin ada baiknya pendidikan alternatif seperti yg banyak dikembangkan teman2 di daerah. Pendidikan Alternatif Qaryah Thayyibah oleh Ahmad Bahruddin di beberapa desa di Salatiga. Sebuah materi pendidikan yg menekankan pada goal setting potensi anak dengan cara memberikan kebebasan intelegen anak. Jln Ja'far Shodiq 36 Kalibening Tingkir Kota Salatiga. Phone (0298) 311438.qaryah-thayyibah-university


Kemaren sempet juga jalan2 mengunjungi satu dari 11 titik dimana Pendidikan Alternatif Qaryah Thayyibah dikembangkan. Pak Tafa dan istrinya yg menjadi ujung tombak. Serikat Paguyuban Petani dimana Pak Tafa menjadi ketua di Desa Susukan, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Boyolali ini. Ada divisi pendidikan yg memberi perhatian untuk anak2 para petani. Yg kemudian istrinya yg lulusan IKIP Biologi menjadi guru utama.


Life skill untuk Paket B (setingkat SMP). Sedangkan untuk Paket C (setingkat SMA) diarahkan agar siswa memiliki satu keahlian enterprenership tertentu. Mereka sendiri yg menentukan apa bidang yg ingin digeluti. Tidak ada biaya. Dosen tamu mereka adalah para pegawai pemerintah dari berbagai institusi. Wakil utusan LP Penjara, Pegawai KUA, dari Dinas Pertanian dsb. Sehari2 mereka bebas mau ngapain. Mereka hanya belajar mata ajaran yg akan diujian negara saja. Ngobrol dengan kedua orang pentolan ini, jauh dari hiruk pikuk dan kejar target para guru2 SD pengajar privat.


Sedih melihat data dephub yg menuliskan betapa kecilnya proporsi jumlah pesawat terbang yg akan beroperasi saat musim lebaran ini dengan total jumlah penduduk Indonesia. Jauh banget. Juga melihat bagaimana orang Indonesia sendiri sangat jarang untuk pergi melancong. Bahkan ke desa2 yg jelas2 tidak mahal biaya hidupnya. Tidak ada orang berduyun2 mau tinggal selama 3 bulan di desa. Hanya sekedar rekreasi menikmati hamparan sawah dan kerja kerasnya petani. Semua orang pengennya pergi ke Singapore atau Dubai.


ATLANTIS The Palm Dubai

 

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments