kereteg hate







mustikasari
July 4th
Female
Bogor



bakar-bakar, biar bersih. tapi coba nyalain api di bawah pohon nira sambil nunggu orang yg lagi nge-tap air nira. hmmmm, nyam-nyam ....


kenangan masa kecil yg dicobakan kembali saat berkunjung ke Sungai Utik, Pontianak. Februari 2006.
   

<< November 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30



Suatu usaha untuk mengembangkan diri tentang bagaimana BERBAGI.
Bukan, bukan soal berbagi materi semata, hanya satu cara pandang saja yg pasti berbeda dengan cara pandang teman-teman lainnya.

Kelompok AIR:
Konservasi Sumberdaya Hutan, E.26 IPB
Vina Susanti, Ulayat Bengkulu
Eti Kartina, Ulayat Bengkulu

Beberapa dari mereka yg asyik untuk dikunjungi:
Komunitas Telapak
Dani Moenggoro
Mbilung
Sekaralas
SumukraKringetan

teman di sanggar:
Neni
Dion
Deni Boy
Miska
Ari

Orang Ngetop Negeri ini:
Gus Dur
Wimar Witoelar





Free Website Counter
Free Website Counter

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



 
Feb 12, 2009
Membangun Suatu Sistem (baru) itu Tidak Mudah

Ada banyak rapat dibutuhkan untuk memastikan sebuah kegiatan berjalan. Mengajak semua orang setuju. Ruang rapat kantor kami selalu full-booked akhir-akhir ini karena kita baru saja merubah posisi, punya satu usulan sistem manajemen baru. Bener2 anyar. Bahkan aku sendiri tidak pernah terpikir sebelumnya. Masak gerakan sosial yg coba digagas perkumpulan ini, mau dipisahkan dengan pengelolaan projek2 yg pendanaannya didapat dari donor. Sebuah departemen baru dibentuk. Dan dalam rangka pembentukan departemen itulah maka rapat2 banyak dilakukan.


Aku harusnya bersyukur dengan berkiprah di organisasi ini. Karena setiap apa yg terjadi di lapang yg kuhadapi melalui projek2 yg kuhandle, ada exercise nyatanya yg terjadi di dalam organisasi ini.


Usulan untuk membuat Dewan Air Sungai Lamasi adalah suatu cita-cita besar. Untuk menuju ke sana perlu metode dan strategi tertentu. Seorang konsultan berkaliber internasional telah membuatkan road map. Dia berpikir keras untuk mewujudkan agar itu tercapai. Salah satu usulan dia adalah terlebih dahulu membuat Komite. Dan tidak ujug-ujug membentuk Dewan Air Sungai. Karena walau lingkupnya hanya kabupaten jangan dikira bahwa tidak banyak rapat dan kesepakatan yg harus dilalui.


Sekarang terasa sangat jelas. Jangankan pembentukan satu sistem baru di tingkat Kabupaten, sedang ini saja pembentukan satu departemen di perkumpulan kami yg saat ini tidak seberapa besar (87 anggota), ribetnya kayak apa. Adakah tempat yg lebih indah dibanding tempat kita sendiri…


Posted at 09:45 am by mustikasari
Comment (1)  

 
Feb 10, 2009
punya maenan baru
jarang lagi nulis di blog karena punya maenan baru. lagi suka ngisi FB. cepat dan mudah. juga interaktif karena kita langsung bisa melihat respon orang. dan kita juga bisa mengomentari kerjaan orang. apalagi ditambah poto2 yg benar2 membuat asik untuk berkomunikasi. itu adalah jaringan komunitas. karena kita mampu mengontrol siapa saja yg menjadi komunitas kita. bagaimana, udah pada punya fb?
Posted at 03:53 pm by mustikasari
Make a comment  

 
Jan 17, 2009
Kapan kesadaran itu muncul

Berjalan di trotoar jalan di Jalan Baru yg baru saja kelar dibangun. Rumputnya saja masih jarang dan terlihat kering di pinggirnya. Tet tet tet… motor di belakang ku memaksa semua pengguna jalan untuk minggir. Dan mereka lebih galak dibanding para pedestrian. Bukan, bukan satu. Tapi puluhan motor naik ke trotoar karena tidak sabar antri dalam kemacetan jalan baru yg sedang dibongkar.

Begitulah wajah penggunaan jalan di negeri ini. Tidak banyak berbeda cerita penggunaan di sumberdaya air.

Kapan kesadaran penggunaan barang publik muncul diantara kita?

Posted at 01:21 pm by mustikasari
Make a comment  

 
Jan 15, 2009
Jangan diloloh terus

Diloloh adalah bahasa Jawa, untuk mengungkapkan sikap seorang guru terhadap anak didiknya. Memanjakan tidak akan membuat seseorang menjadi kuat. Padahal dia dituntut untuk bisa sendiri. Teman2 ku selama ini di sanggar sangat pandai melakukan ‘pembiaran’ yg intinya membuat seseorang menjadi dirinya sendiri.


Ternyata memilih untuk meloloh orang atau memutuskan untuk bersikap ‘membiarkan’ merupakan suatu keahlian tersendiri. Kita harus tahu kapan waktunya itu dimainkan. Juga mengetahui kadar yg tepat. Pembiaran yg berlarut-larut juga tidak sehat. Orang akan merasa dicuekin. Alih2 malah pergi meninggalkan arena lagi. Kacau itu.


Meloloh itu juga harus tahu batasnya. Kalau kita mengamati terlalu dekat, maka kita akan terdorong masuk, dan yg harus dilakukan adalah nahan ati. I DON’T CARE IF YOU ARE UNDERSTAND OR NOT, kata seorang tua. Dan dia meneruskan presentasinya. Memang mengertinya akan pelan2. Kalau kita paksakan mereka agar segera mengerti, mereka juga bisa patah. Dan kita capek sendiri. Wong orang belum sampai di batas mengerti, terus ajah diceramahin. Mending juga cari jalan lain untuk membuat mereka mengerti. Buat suatu pra-kondisi agar mereka paham. Barulah mereka siap diajak bicara.


Another lesson from this capacity building in water management program.

Posted at 09:41 am by mustikasari
Make a comment  

 
Jan 13, 2009
Belajar Politik Lokal
salah satu capaian dari program air ini dan beberapa trip yg sudah dilakukan sejauh ini, maka aku dipaksa untuk memahami politik lokal. salah satunya mengenal tokoh setempat dan bagaimana pengaruh tokoh itu terhadap kondisi masyarakat dan pemeritah setempat.

trip ke Peru mengajarkan ku tokoh Chavez. kebetulan salah seorang peserta kelompok Pendekatan Negosiasi ini berasal dari Bolivia dan mempresentasikan bagaimana pengalaman mereka mengelola air di sana. trip yg baru saja kulakukan minggu lalu ke Palopo mengajarkan tokoh Kahar Muzzakar. kebetulan putra tokoh ini menjadi Bupati terpilih Luwu, dimana DAS Lamasi tempat areal kerja kami di Sulawesi Selatan berada.

beberapa link bagi yg berminat untuk membaca lebih soal Kahar Mauzzakar:
http://permesta.8m.net/sejarah3.html
http://epress.anu.edu.au/apem/boats/mobile_devices/ch02s05.html
Posted at 08:07 am by mustikasari
Make a comment  

Abdul Kahar Muzakkar

Abdul Kahar Muzakkar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Langsung ke: navigasi, cari

Abdul Kahar Muzakkar (ada pula yang menuliskannya dengan nama Abdul Qahhar Mudzakkar) (Lanipa, Luwu, 24 Maret 19213 Februari 1965; nama kecilnya Ladomeng) adalah seorang figur karismatik dan legendaris dari tanah Luwu, yang merupakan pendiri Tentara Islam Indonesia di Sulawesi. Ia adalah seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang terakhir berpangkat Letnan Kolonel atau Overste pada masa itu.

Ia tidak menyetujui kebijaksanaan pemerintahan presiden Soekarno pada masanya, sehingga balik menentang pemerintah pusat dengan mengangkat senjata. Ia dinyatakan pemerintah pusat sebagai pembangkan dan pemberontak.

Pada awal tahun 1950-an ia memimpin para bekas gerilyawan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara mendirikan TII (Tentara Islam Indonesia) kemudian bergabung dengan Darul Islam (DI), hingga di kemudian hari dikenal dengan nama DI/TII di Sulawesi Selatan dan Tenggara.

Pada tanggal 3 Februari 1965, melalui Operasi Tumpas, ia dinyatakan tertembak mati dalam pertempuran antara pasukan TNI dari satuan Siliwangi 330 dan anggota pengawal Kahar Muzakkar di Lasolo. Namun tidak pernah diperlihatkan pusaranya, mengakibatkan para bekas pengikutnya mempertanyakan kebenaran berita kejadiannya.

Posted at 08:06 am by mustikasari
Make a comment  

 
Jan 1, 2009
tahun baruan 2009

Kalau mau dibilang capaian, maka tahun baru kali ini adalah prestasi tersendiri. P mau diajak nongkrong di Kedai semalaman, menikmati panggung 8 band, dan terakhir mencicipi rosela spirtus. Mungkin kita belum saling kenal saja. Kenapa juga tidak mau saling membuka diri. Padahal kalian berdua dikenal open di luar sana. Pas sampe ke spouse nya langsung diam.


Itu juga yg mengejutkan dengan jalan bareng Kirana pada harian Pandya demam. Kekalutan kepalaku karena harus berhadapan dengan diskusi tengah malam 'tiada dusta'nya Bengkulu memang terlihat tidak pas dengan jokenya P pagi itu di depan para laki2 T. 'Nih kenalin anak mahasiswa, Kirana. Begitu HO, harus bisa bawa anak mahasiswa.' Kemudian istrinya memberi pesan yg mengaburkan dengan mengatakan bahwa pagi ini adalah hari yg berat karena semalaman jaga anak demam. 'lho dia baru dari sini kok', begitu responya AR.


Poinnya apa? Enjoy aja. Setiap orang akan mengalami sesuatu dalam hidupnya. Apakah itu menyenangkan atau tidak, tergantung bagaimana dirimu meramunya. Bisa saja yg orang bilang tidak enak itu ditemukan sisi enjoynya. Dirimu sendiri selama ini kelupaan bagaimana cara enjoy hidup. Pelajaran pertama orang Madura. Living with my own live.


Dan disitulah juga peran institusi seperti T ini bermain. Apakah akan nyantai2 saja ngerjain projek2 – projeker sejati. Atau melakukan suatu perubahan, seperti pesannya Brita. 'Perubahan selalu berarti baik untuk diri sendiri maupun orang yg ada di sekitar, tidak akan lebih baik di jalan yg sama karena waktu terus berubah. Selamat tahun baru 2009'.

Posted at 08:56 am by mustikasari
Make a comment  

 
Dec 30, 2008
Random Hearts. Who Needs You?

Random Hearts

Nonton suguhannya HBO Horrison Ford, Random Hearts. Itu yg menuntunku jadi Ngapalin lagu Queen pagi ini. Memberi kesempatan bahkan pada dirimu sendiri untuk mengekspresikan diri. Sesuatu yg di kultur ini tidak diberi tempat yg layak. Mau bilang apa, kalau ndak berani yah sudah.

Bersin satu kali saat mendengarkan CD nya James Blunt. Aku tahu seseorang mengingatku dengan lagu itu. Baguslah.

 

Who needs you

Artist(Band):Queen

Words and music by John Deacon

I make it half past six you come at seven
Always try to keep me hanging round
You little spoilt thing girl you kept me waiting
Never contemplating my point of view
This comes as no surprise
I'm a fool for I believed your lies
But now I've seen through your disguise (cover)
Who needs well I don't need who needs you?

Oh I believed you
Went on my knees to you
How I trusted you
But you turned me down
But it's dog eat dog in this rat race
And it leaves you bleeding lying flat on your face
Reaching out reaching out for a helping hand
Where is that helping hand?

I like it I like it
Well I don't need you

How I was pushed around
Don't let it get you down
You walked all over me
But don't you ever give in
Taking one step forward slipping two steps back
There's an empty feeling that you can't forget
Reaching out for a helping hand

When I met you you were always charming
Couldn't sleep at night 'till you were mine
You were oh so so sophisticated
Never interested in what I'd say
I had to swallow my pride
So naive you took me for a ride
But now I'm the one to decide
Who needs well I don't need who needs you?

Posted at 08:53 am by mustikasari
Make a comment  

 
Dec 24, 2008
Tulisan di Blog mu semakin Hidup

Tiga tulisan terakhirmu bagus. Begitu komentar HO. Wah jarang2 dia ngomong kayak begitu kata Hendi. Yg kemudian menyadarkanku bahwa itu memang sebuah pujian. Aku pun menjadi tercenung mencoba mengingat apa yg terakhir ku-upload. Tentu saja orang ini tidak akan sembarangan ngomong bagus jika dia tidak punya standar tertentu. Dia notice bahwa ada perubahan terjadi di kepalaku. Dan itu cukup untuk membuatku semakin bersemangat menulis. Selain memang menyadari bahwa aku semakin mengerti apa inti persoalan air yg terjadi di negeri ini. Semua proses itu tidak ada yg berjalan sendiri, semuanya saling berkaitan, sekaligus semuanya mengasyikkan.


Kenapa P protes dengan perubahan ini. Karena dirimu semakin sering tidak di rumah dan bepergian, membagi perhatian dengan hal lain. sedangkan dboys yg harusnya jadi perhatian utama, menjadi tergeser posisinya. Ndak juga. Biasa ajah. Mereka juga tumbuh seperti itu apa adanya. Mungkin kamu harusnya melihatnya peristiwa2 ini akan semakin menghidupkan blog mu. Bayangkan jika tidak ada cerita mengejutkan yg kamu hadapi dalam hidup. Betapa garingnya blog mu. He iya juga. Tapi ngjalaninnya, pegel tenan.

Posted at 12:51 pm by mustikasari
Make a comment  

 
Dec 17, 2008
perjalanan ku bulan ini

Di tiket jaman sekarang dimana bentuk fisik tiket tidak diberikan ke customer, ada yg namanya booking reference (47WSMD or LEGMPU), ada juga e-ticket number (074 2587904045). Keduanya sebaiknya disimpan dengan baik karena dibutuhkan untuk cek in dan konfirmasi. Saat ini cek in menggunakan mesin bukan lagi memakai manusia. Di Schiphol dan juga di Lima, Peru sudah memakai cek in mesin. Sebuah mesin seukuran ATM. Ada instruksi yg cukup jelas bisa diikuti. Di Schiphol, ada seseorang di sebelah mesin yg siap membantu.

Pertama kita harus memasukkan lembar pertama dari paspor kita, diselipkan ke celah di mesin ATM. Ada nomor kode tertentu yg segera bisa dibaca sang mesin. Masukan booking reference. Masukkan tiga huruf pertama kota destination (LIM untuk Lima, Peru). Masukkan tiga huruf asal keberangkatan (AMS untuk Amsterdam). Akan muncul di layar jadwal keberangkatan kita lengkap dengan full name. di kolom seat number, kita bisa click (dengan cara touch screen) seat number dan mengganti sesuai keinginan kita, misalnya di aile atau di window.

Cek in bisa juga dilakukan melalui on-line. KLM sudah melakukan pelayanan itu. Walau penggantian seat number sesuai keinginan kita, tidak selalu bisa dilakukan. Namanya juga mesin. Tapi memang cek-in on line sangat membantu terutama kalau kita buru2, dan punya meeting sebelumnya yg kita tidak yakin bisa tepat waktu sampai ke bandara.

Akibat terlalu mesin juga ada tidak enaknya. Seorang gadis memohon agar aku bisa tukeran tempat duduk agar dia bisa duduk di sebelah temannya. Aku punya policy untuk tidak bertukar tempat saat di pesawat. Lucu sekali wajahnya anak itu saat dia merajuk dan manyun selama 12 jam penerbangan Amsterdam-Lima. Belum lagi dia bersin2 karena be-te. Urusannya dia. Kalau saja ada seorang petugas manusia yg bisa menenangkan dia sebelum dia masuk ke pesawat, mungkin perjalanannya dia tidak semenyiksa itu.

Aku sendiri bisa menemukan keasyikan ngobrol dengan seorang wanita Scandinavia yg sedang berlibur ke Peru bersama 15 orang group tour nya. Orang Eropa sangat dimanjakan untuk berwisata ke Amerika Latin.

Ini jadwalku:

Berangkat hari Sabtu tgl 8 Nov 2008. ETD 1900, ETA 0530. Naik pesawat KLM dengan no KL 810. Duration: 16:30. Pesawat Boeing 747-400 (seat 3-4-3). Ini adalah jajaran 3 seat. Di bagian tengah pesawat ada 4 seat. Dan sisi seberang sana ada lagi 3 seat. Ada tangga menuju ke bagian atas pesawat ini.

Dapat kursi di window dan tidak di aile (gang) karena agak telat cek-in. nomor seat: 36K. Ada orang Indon yg duduk di aile, yg minta pulsa sms untuk pamitan dengan pacarnya. Oecok namanya. Sudah hampir 20 tahun tinggal di Belanda. Ada orang Brazil yg naik dari KL, Malaysia yg duduk di tengah.

Kami transit di KL, Malaysia untuk 30 menit. Crew KLM berganti, tapi pesawatnya tetap yg itu, hanya dibersihkan saja. Atlet sepakbola Brazil ini tidak bisa berbahasa Inggris dan menghabiskan waktu hanya tidur sepanjang perjalanan. Kebenaran juga, karena aku sendiri merem sepanjang perjalanan, mbayar hutang tidur sejak jumat. Terasa cepat trip 16 jam ini. Sang pilot memberi tahu bahwa pesawat akan siap landing, lebih cepat dari waktu yg dijadwalkan, walau agak terlambat saat take off dari Malaysia. Wah aneh sekali, berangkat telat dan tiba tepat waktu. Biasanya khan kebalikannya, berangkat telat tiba lebih telat lagi.

Posted at 07:06 am by mustikasari
Make a comment  

Previous Page Next Page