Suatu usaha untuk mengembangkan diri tentang bagaimana BERBAGI. Bukan, bukan soal berbagi materi semata, hanya satu cara pandang saja yg pasti berbeda dengan cara pandang teman-teman lainnya.
Ada banyak rapat dibutuhkan untuk memastikan sebuah kegiatan
berjalan. Mengajak semua orang setuju. Ruang rapat kantor kami selalu
full-booked akhir-akhir ini karena kita baru saja merubah posisi, punya satu
usulan sistem manajemen baru. Bener2 anyar. Bahkan aku sendiri tidak pernah
terpikir sebelumnya. Masak gerakan sosial yg coba digagas perkumpulan ini, mau
dipisahkan dengan pengelolaan projek2 yg pendanaannya didapat dari donor. Sebuah
departemen baru dibentuk. Dan dalam rangka pembentukan departemen itulah maka
rapat2 banyak dilakukan.
Aku harusnya bersyukur dengan berkiprah di organisasi ini. Karena
setiap apa yg terjadi di lapang yg kuhadapi melalui projek2 yg kuhandle, ada
exercise nyatanya yg terjadi di dalam organisasi ini.
Usulan untuk membuat Dewan Air Sungai Lamasi adalah suatu
cita-cita besar. Untuk menuju ke sana perlu metode dan strategi tertentu. Seorang
konsultan berkaliber internasional telah membuatkan road map. Dia berpikir
keras untuk mewujudkan agar itu tercapai. Salah satu usulan dia adalah terlebih
dahulu membuat Komite. Dan tidak ujug-ujug membentuk Dewan Air Sungai. Karena walau
lingkupnya hanya kabupaten jangan dikira bahwa tidak banyak rapat dan
kesepakatan yg harus dilalui.
Sekarang terasa sangat jelas. Jangankan pembentukan satu
sistem baru di tingkat Kabupaten, sedang ini saja pembentukan satu departemen
di perkumpulan kami yg saat ini tidak seberapa besar (87 anggota), ribetnya
kayak apa. Adakah tempat yg lebih indah dibanding tempat kita sendiri…
jarang lagi nulis di blog karena punya maenan baru. lagi suka ngisi FB. cepat dan mudah. juga interaktif karena kita langsung bisa melihat respon orang. dan kita juga bisa mengomentari kerjaan orang. apalagi ditambah poto2 yg benar2 membuat asik untuk berkomunikasi. itu adalah jaringan komunitas. karena kita mampu mengontrol siapa saja yg menjadi komunitas kita. bagaimana, udah pada punya fb?
Berjalan di trotoar jalan di Jalan Baru yg baru saja kelar
dibangun. Rumputnya saja masih jarang dan terlihat kering di pinggirnya. Tet tet
tet… motor di belakang ku memaksa semua pengguna jalan untuk minggir. Dan mereka
lebih galak dibanding para pedestrian. Bukan, bukan satu. Tapi puluhan motor
naik ke trotoar karena tidak sabar antri dalam kemacetan jalan baru yg sedang
dibongkar.
Begitulah wajah penggunaan jalan di negeri ini. Tidak banyak
berbeda cerita penggunaan di sumberdaya air.
Kapan kesadaran penggunaan barang publik muncul diantara
kita?
Diloloh adalah bahasa Jawa, untuk mengungkapkan sikap
seorang guru terhadap anak didiknya. Memanjakan tidak akan membuat seseorang
menjadi kuat. Padahal dia dituntut untuk bisa sendiri. Teman2 ku selama ini di
sanggar sangat pandai melakukan ‘pembiaran’ yg intinya membuat seseorang
menjadi dirinya sendiri.
Ternyata memilih untuk meloloh orang atau memutuskan untuk
bersikap ‘membiarkan’ merupakan suatu keahlian tersendiri. Kita harus tahu
kapan waktunya itu dimainkan. Juga mengetahui kadar yg tepat. Pembiaran yg
berlarut-larut juga tidak sehat. Orang akan merasa dicuekin. Alih2 malah pergi
meninggalkan arena lagi. Kacau itu.
Meloloh itu juga harus tahu batasnya. Kalau kita mengamati
terlalu dekat, maka kita akan terdorong masuk, dan yg harus dilakukan adalah
nahan ati. I DON’T CARE IF YOU ARE UNDERSTAND OR NOT, kata seorang tua. Dan dia
meneruskan presentasinya. Memang mengertinya akan pelan2. Kalau kita paksakan
mereka agar segera mengerti, mereka juga bisa patah. Dan kita capek sendiri.
Wong orang belum sampai di batas mengerti, terus ajah diceramahin. Mending juga
cari jalan lain untuk membuat mereka mengerti. Buat suatu pra-kondisi agar
mereka paham. Barulah mereka siap diajak bicara.
Another lesson from this capacity building in water
management program.
salah satu capaian dari program air ini dan beberapa trip yg sudah dilakukan sejauh ini, maka aku dipaksa untuk memahami politik lokal. salah satunya mengenal tokoh setempat dan bagaimana pengaruh tokoh itu terhadap kondisi masyarakat dan pemeritah setempat.
trip ke Peru mengajarkan ku tokoh Chavez. kebetulan salah seorang peserta kelompok Pendekatan Negosiasi ini berasal dari Bolivia dan mempresentasikan bagaimana pengalaman mereka mengelola air di sana. trip yg baru saja kulakukan minggu lalu ke Palopo mengajarkan tokoh Kahar Muzzakar. kebetulan putra tokoh ini menjadi Bupati terpilih Luwu, dimana DAS Lamasi tempat areal kerja kami di Sulawesi Selatan berada.
beberapa link bagi yg berminat untuk membaca lebih soal Kahar Mauzzakar: http://permesta.8m.net/sejarah3.html http://epress.anu.edu.au/apem/boats/mobile_devices/ch02s05.html
Ia tidak menyetujui kebijaksanaan pemerintahan presiden Soekarno
pada masanya, sehingga balik menentang pemerintah pusat dengan
mengangkat senjata. Ia dinyatakan pemerintah pusat sebagai pembangkan
dan pemberontak.
Pada tanggal 3 Februari1965, melalui Operasi Tumpas,
ia dinyatakan tertembak mati dalam pertempuran antara pasukan TNI dari
satuan Siliwangi 330 dan anggota pengawal Kahar Muzakkar di Lasolo.
Namun tidak pernah diperlihatkan pusaranya, mengakibatkan para bekas
pengikutnya mempertanyakan kebenaran berita kejadiannya.
Kalau mau dibilang capaian, maka tahun baru kali ini adalah prestasi tersendiri. P mau diajak nongkrong di Kedai semalaman, menikmati panggung 8 band, dan terakhir mencicipi rosela spirtus. Mungkin kita belum saling kenal saja. Kenapa juga tidak mau saling membuka diri. Padahal kalian berdua dikenal open di luar sana. Pas sampe ke spouse nya langsung diam.
Itu juga yg mengejutkan dengan jalan bareng Kirana pada harian Pandya demam. Kekalutan kepalaku karena harus berhadapan dengan diskusi tengah malam 'tiada dusta'nya Bengkulu memang terlihat tidak pas dengan jokenya P pagi itu di depan para laki2 T. 'Nih kenalin anak mahasiswa, Kirana. Begitu HO, harus bisa bawa anak mahasiswa.' Kemudian istrinya memberi pesan yg mengaburkan dengan mengatakan bahwa pagi ini adalah hari yg berat karena semalaman jaga anak demam. 'lho dia baru dari sini kok', begitu responya AR.
Poinnya apa? Enjoy aja. Setiap orang akan mengalami sesuatu dalam hidupnya. Apakah itu menyenangkan atau tidak, tergantung bagaimana dirimu meramunya. Bisa saja yg orang bilang tidak enak itu ditemukan sisi enjoynya. Dirimu sendiri selama ini kelupaan bagaimana cara enjoy hidup. Pelajaran pertama orang Madura. Living with my own live.
Dan disitulah juga peran institusi seperti T ini bermain. Apakah akan nyantai2 saja ngerjain projek2 – projeker sejati. Atau melakukan suatu perubahan, seperti pesannya Brita. 'Perubahan selalu berarti baik untuk diri sendiri maupun orang yg ada di sekitar, tidak akan lebih baik di jalan yg sama karena waktu terus berubah. Selamat tahun baru 2009'.
Nonton suguhannya HBO Horrison Ford, Random Hearts. Itu yg
menuntunku jadi Ngapalin lagu Queen pagi ini. Memberi kesempatan bahkan pada
dirimu sendiri untuk mengekspresikan diri. Sesuatu yg di kultur ini tidak
diberi tempat yg layak. Mau bilang apa, kalau ndak berani yah sudah.
Bersin satu kali saat mendengarkan CD nya James Blunt. Aku
tahu seseorang mengingatku dengan lagu itu. Baguslah.
Who needs you
Artist(Band):Queen
Words and music by John Deacon
I make it half past six you come at seven
Always try to keep me hanging round
You little spoilt thing girl you kept me waiting
Never contemplating my point of view
This comes as no surprise
I'm a fool for I believed your lies
But now I've seen through your disguise (cover)
Who needs well I don't need who needs you?
Oh I believed you
Went on my knees to you
How I trusted you
But you turned me down
But it's dog eat dog in this rat race
And it leaves you bleeding lying flat on your face
Reaching out reaching out for a helping hand
Where is that helping hand?
I like it I like it
Well I don't need you
How I was pushed around
Don't let it get you down
You walked all over me
But don't you ever give in
Taking one step forward slipping two steps back
There's an empty feeling that you can't forget
Reaching out for a helping hand
When I met you you were always charming
Couldn't sleep at night 'till you were mine
You were oh so so sophisticated
Never interested in what I'd say
I had to swallow my pride
So naive you took me for a ride
But now I'm the one to decide
Who needs well I don't need who needs you?
Tiga tulisan terakhirmu bagus. Begitu komentar HO. Wah
jarang2 dia ngomong kayak begitu kata Hendi. Yg kemudian menyadarkanku bahwa
itu memang sebuah pujian. Aku pun menjadi tercenung mencoba mengingat apa yg
terakhir ku-upload. Tentu saja orang ini tidak akan sembarangan ngomong bagus
jika dia tidak punya standar tertentu. Dia notice bahwa ada perubahan terjadi
di kepalaku. Dan itu cukup untuk membuatku semakin bersemangat menulis. Selain
memang menyadari bahwa aku semakin mengerti apa inti persoalan air yg terjadi
di negeri ini. Semua proses itu tidak ada yg berjalan sendiri, semuanya saling
berkaitan, sekaligus semuanya mengasyikkan.
Kenapa P protes dengan perubahan ini. Karena dirimu semakin
sering tidak di rumah dan bepergian, membagi perhatian dengan hal lain.
sedangkan dboys yg harusnya jadi perhatian utama, menjadi tergeser posisinya.
Ndak juga. Biasa ajah. Mereka juga tumbuh seperti itu apa adanya. Mungkin kamu
harusnya melihatnya peristiwa2 ini akan semakin menghidupkan blog mu. Bayangkan
jika tidak ada cerita mengejutkan yg kamu hadapi dalam hidup. Betapa garingnya
blog mu. He iya juga. Tapi ngjalaninnya, pegel tenan.
Di tiket jaman sekarang dimana bentuk fisik tiket tidak
diberikan ke customer, ada yg namanya booking reference (47WSMD or LEGMPU),
ada juga e-ticket number (074 2587904045). Keduanya sebaiknya disimpan
dengan baik karena dibutuhkan untuk cek in dan konfirmasi. Saat ini cek in
menggunakan mesin bukan lagi memakai manusia. Di Schiphol dan juga di Lima,
Peru sudah memakai cek in mesin. Sebuah mesin seukuran ATM. Ada instruksi yg
cukup jelas bisa diikuti. Di Schiphol, ada seseorang di sebelah mesin yg siap
membantu.
Pertama kita harus memasukkan lembar pertama dari paspor
kita, diselipkan ke celah di mesin ATM. Ada nomor kode tertentu yg segera bisa
dibaca sang mesin. Masukan booking reference. Masukkan tiga huruf pertama kota
destination (LIM untuk Lima, Peru). Masukkan tiga huruf asal keberangkatan (AMS
untuk Amsterdam). Akan muncul di layar jadwal keberangkatan kita lengkap dengan
full name. di kolom seat number, kita bisa click (dengan cara touch screen)
seat number dan mengganti sesuai keinginan kita, misalnya di aile atau di
window.
Cek in bisa juga dilakukan melalui on-line. KLM sudah
melakukan pelayanan itu. Walau penggantian seat number sesuai keinginan kita,
tidak selalu bisa dilakukan. Namanya juga mesin. Tapi memang cek-in on line
sangat membantu terutama kalau kita buru2, dan punya meeting sebelumnya yg kita
tidak yakin bisa tepat waktu sampai ke bandara.
Akibat terlalu mesin juga ada tidak enaknya. Seorang gadis
memohon agar aku bisa tukeran tempat duduk agar dia bisa duduk di sebelah
temannya. Aku punya policy untuk tidak bertukar tempat saat di pesawat. Lucu
sekali wajahnya anak itu saat dia merajuk dan manyun selama 12 jam penerbangan
Amsterdam-Lima. Belum lagi dia bersin2 karena be-te. Urusannya dia. Kalau saja
ada seorang petugas manusia yg bisa menenangkan dia sebelum dia masuk ke
pesawat, mungkin perjalanannya dia tidak semenyiksa itu.
Aku sendiri bisa menemukan keasyikan ngobrol dengan seorang
wanita Scandinavia yg sedang berlibur ke Peru bersama 15 orang group tour nya.
Orang Eropa sangat dimanjakan untuk berwisata ke Amerika Latin.
Ini jadwalku:
Berangkat hari Sabtu tgl 8 Nov 2008. ETD 1900, ETA 0530. Naik
pesawat KLM dengan no KL 810. Duration: 16:30. Pesawat Boeing 747-400 (seat
3-4-3). Ini adalah jajaran 3 seat. Di bagian tengah pesawat ada 4 seat. Dan
sisi seberang sana ada lagi 3 seat. Ada tangga menuju ke bagian atas pesawat
ini.
Dapat kursi di window dan tidak di aile (gang) karena agak
telat cek-in. nomor seat: 36K. Ada orang Indon yg duduk di aile, yg minta pulsa
sms untuk pamitan dengan pacarnya. Oecok namanya. Sudah hampir 20 tahun tinggal
di Belanda. Ada orang Brazil yg naik dari KL, Malaysia yg duduk di tengah.
Kami transit di KL, Malaysia untuk 30 menit. Crew KLM
berganti, tapi pesawatnya tetap yg itu, hanya dibersihkan saja. Atlet sepakbola
Brazil ini tidak bisa berbahasa Inggris dan menghabiskan waktu hanya tidur
sepanjang perjalanan. Kebenaran juga, karena aku sendiri merem sepanjang
perjalanan, mbayar hutang tidur sejak jumat. Terasa cepat trip 16 jam ini. Sang
pilot memberi tahu bahwa pesawat akan siap landing, lebih cepat dari waktu yg
dijadwalkan, walau agak terlambat saat take off dari Malaysia. Wah aneh sekali,
berangkat telat dan tiba tepat waktu. Biasanya khan kebalikannya, berangkat
telat tiba lebih telat lagi.