kereteg hate







mustikasari
July 4th
Female
Bogor



bakar-bakar, biar bersih. tapi coba nyalain api di bawah pohon nira sambil nunggu orang yg lagi nge-tap air nira. hmmmm, nyam-nyam ....


kenangan masa kecil yg dicobakan kembali saat berkunjung ke Sungai Utik, Pontianak. Februari 2006.
   

<< September 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30



Suatu usaha untuk mengembangkan diri tentang bagaimana BERBAGI.
Bukan, bukan soal berbagi materi semata, hanya satu cara pandang saja yg pasti berbeda dengan cara pandang teman-teman lainnya.

Kelompok AIR:
Konservasi Sumberdaya Hutan, E.26 IPB
Vina Susanti, Ulayat Bengkulu
Eti Kartina, Ulayat Bengkulu

Beberapa dari mereka yg asyik untuk dikunjungi:
Komunitas Telapak
Dani Moenggoro
Mbilung
Sekaralas
SumukraKringetan

teman di sanggar:
Neni
Dion
Deni Boy
Miska
Ari

Orang Ngetop Negeri ini:
Gus Dur
Wimar Witoelar





Free Website Counter
Free Website Counter

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



 
Sep 30, 2009
kacung kampret dan kesenangan berkarya

Sebagian besar orang akan menjawab gaji besar di urutan pertama. Tapi tidak semua akan menjawab itu. Pada umumnya itu adalah orang yg orientasinya mencari kesenangan duniawi semata. Ada juga orang kesenangaanya dalam hidup memang berkarya. Itu saja. Walau orang awam akan berkomentar, kalo sampe kesenangannya bekerja, itu karena naluri kacung kampret-nya tinggi! :D

 

Di luar perdebatan itu, jaminan dan kepastian adanya kesejahteraan pasti didambakan semua karyawan. Sebenarnya semua orang hidup, bukan hanya pada saat resmi bekerja disebuah lembaga. Tapi juga saat kita bertamasya atau menggunakan ruang publik lainnya. Misalnya pemberian THR pada hari2 besar keagamaan saat kebutuhan sehari2 meningkat. Asuransi kesehatan sebagai jaminan ketenangan kita bekerja. Asuransi jiwa dan kesehatan untuk wisatawan Pantai Pelabuhanratu. Yg ternyata klaim dari tiket masuk kawasan pantai (biaya retribusi untuk Pendapatan Asli Daerah) tidak bisa dicairkan karena terbentur Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kabupaten Sukabumi (berita Jurnal Bogor 29 September 2009).

 

Apakah ini suatu keluhan?

Ketua MPR Nur Wahid dalam wawancara pagi ini, mengatakan bahwa anggota MPR tidak disediakan dengan asuransi kesehatan. Dia menceritakan bagaimana pekerjaan sosialisasi undang2 yg dilakukan anggota MPR ke pelosok2 di Papua dan menyusuri sungai2 di Kalimantan. Dia juga berbagi pengalaman tidak terlupakan saat bis yg ditumpanginya hampir masuk jurang.

 

Bukan hanya anggota MPR yg merupakan sebuah pekerjaan mulia karena mereka adalah representasi rakyat dan memperjuangkan kebutuhan orang banyak. Kalau diliat2 aktivis LSM juga banyak melakukan jenis pekerjaan seperti itu. Cuman status legalnya memang Non-Government, organisasi non-pemerintah (ORNOP). Tapi kalau merujuk harapannya Prof Sajogyo saat penterjemahan NGO menjadi LSM (ato Gerakan Rakyat), memang terkandung harapan agar suatu hari kerja2 lembaga ORNOP ini dibiayai oleh rakyat. (diskusi lebih jauh soal membedakan antara LSM dan Gerakan Rakyat oleh seorang penulis artikel LSM  Erwin Basrin di http://www.facebook.com/profile.php?id=1536862919#/note.php?note_id=160712187494&ref=mf).

 

Jadi salahkah kalau kita berharap ada kepastian seperti layaknya asuransi bekerja dan sedikit tunjangan kesejahteraan saat kita berkarya? Siapa yg bertugas menyediakan fasilitas itu? Tentu saja lembaga dimana kita berkarya. Bagaimana dengan para PKL, pemulung barang bekas, petani yg secara legal formal tidak memiliki dan terdaftar pada satu kelembagaan resmi? Atau para pelancong di Pantai Pelabuhanratu? Wah yah negara yg harusnya bertanggung-jawab kalau udah rumit2 kayak begitu. Khan itu menyangkut poverty dan public service.

 

Ah ini hanya suatu kebingungan diri. Mungkin baik petunjuk dari koran Jurnal Bogor hari kemarin. Tentang bagaimana memompa semangat kerja.

Jangan menyia-nyiakan peluang. Jangan terlalu banyak memikirkan masalah uang atau penghasilan yg anda peroleh. Jauh lebih penting anda memperoleh tanggungjawab yg sesuai dengan kemampuan anda. Lalu bersungguh2 mengerjakannya. Pikirkan bagaimana anda bisa memperbaiki keadaan yang ada dalam tanggung jawab anda. Seringkali keberhasilan besar bersembunyi dibalik sebuah peluang yg kelihatannya sepele.

 

Tapi memang bukan soal besaran kompensasi yg menjadi concern ku disini. Sama seperti Pak Sukri, paman korban di Pelabuhanratu yg tidak menuntut santunan dari alokasi APBD. Tapi suatu apresiasi yg lebih bersifat manusiawi. Aku tahu banyak lembaga yg menggaji karyawannya dengan angka yg biasa2 saja atau cenderung minus. Tapi sang HRD dan direktur membicarakan semuanya secara terbuka. Mereka punya hubungan yg baik dan komunikasi terbuka.

Andai saja...

 

Bisa nggak kabur dengan anggun?

Semoga ini hanya pengaruh PMS. Atau jangan2 sindrom siklus 7 tahunan. Menjadi bosan di satu titik setelah setiap 7 tahun. Hmmm... Bedanya kali ini terasa lebih asik dengan isu yg digeluti. Dan jelas punya network yg lebih kuat. Mungkin memang waktunya mengambil tantangan yg lebih besar. Sesuatu yg dikelola sendiri. Bukan cuman jadi kacung kampret!

Posted at 11:54 am by mustikasari

hari kikuk
November 6, 2009   06:17 PM PST
 
kacung kampret andai saja bisa ngepet pasti jadinya si kupreeeeeet he he he he he he he
Moes Jum
October 5, 2009   10:05 PM PDT
 
aku koq kadang merasa pengen jadi kacung kampret yaa ... tapi gak lama2 hehehe
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry