puasa dan penahanan diri (menalar tuhan)
hari kedua puasa ramadhan 1430 H. suara orang mengaji sudah terdengar sejak sore tadi. dilanjutkan dengan keriangan anak2 yg sedang sanlat (pesantren kilat) bersemangat karena diberi kesempatan berteriak dengan mikropone di tangan. tidak berhenti di situ, suara speaker di mesjid di RT kami terus bergemeruh. seseorang memberi ceramah singkat sebelum salat tarawih dilaksanakan. yg tentu saja tidak kalah kerasnya.
orang itu menganjurkan agar kita tidak berkumur2 saat kita sedang melakukan puasa. siapa tahu ada yg ketelen. kita tidak pernah tahu bagaimana seharusnya menahan diri. jadi lebih baik tidak dilakukan. sebuah pilihan aksi yg underestimate kemampuan diri, menurutku.
puasa tuh menahan diri. anehnya, sang pembicara itu mengenalkan diri dan membanggakan diri dengan sangat lantang di forum tarawih, pake speaker pula. nama saya john doe. kemudian orang memanggil dan menambahkan ustad di depan nama saya. mungkin memang benar begitu adanya. tapi apakah perlu diumumkan sekeras itu. sedangkan kumur2 yg menjadi urutan wudhu saja, dia sarankan untuk tidak dilakukan.
Posted at 08:32 pm by
mustikasari