Suatu usaha untuk mengembangkan diri tentang bagaimana BERBAGI. Bukan, bukan soal berbagi materi semata, hanya satu cara pandang saja yg pasti berbeda dengan cara pandang teman-teman lainnya.
Datang ke
SD untuk menjemput Cad. Dia segera memberikan NEM asli dan beberapa lembar
copian yg sudah dilegalisir.
Pake map kuning bu, kata
seorang lelaki paruh baya yg sedang sibuk menulis. Ada dua formulir yg dengan
manual dia tulis tangan. Aku pun bergegas mencari tukang potocopian. Sukurlah sekolah
ini punya koperasi yg siap menjual map dan ATK lainnya. Segera kumasukkan semua
persyaratan yg memang sudah disiapkan. Dan duduk manis menunggu.
Tidak lebih dari satu
jam, nama sang anak dipanggil. Aku kelebihan memasukkan poto. Kulihat Bapak itu
mengisi dua formulir, dan memeriksa kelengkapan syarat. Surat pendaftaran dari
sekolah, Surat Kelakuan Baik (juga dari sekolah), Surat Keterangan Anak Didik
(juga dari sekolah), NEM Asli dan legalisir dan poto.
Ibu di sebelahnya
menuliskan nama anak dan keterangan lainnya ke dalam sebuah tabel. Lagi-lagi
ditulis tangan. Kagum aku betapa pembodohan dan inefisiensi kami pelihara
dengan baik dan sungguh-sungguh. Ada lagi seorang Bapak yg menempelkan poto ke
atas dua formulir, di cap, dan segera diberikan ke sang pendaftar. Ujian tes
masuk SMP tgl 6 dan 7 Juli.
Selesailah tugas formal
hari ini, mendaftarkan anak sekolah.