kereteg hate







mustikasari
July 4th
Female
Bogor



bakar-bakar, biar bersih. tapi coba nyalain api di bawah pohon nira sambil nunggu orang yg lagi nge-tap air nira. hmmmm, nyam-nyam ....


kenangan masa kecil yg dicobakan kembali saat berkunjung ke Sungai Utik, Pontianak. Februari 2006.
   

<< March 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31



Suatu usaha untuk mengembangkan diri tentang bagaimana BERBAGI.
Bukan, bukan soal berbagi materi semata, hanya satu cara pandang saja yg pasti berbeda dengan cara pandang teman-teman lainnya.

Kelompok AIR:
Konservasi Sumberdaya Hutan, E.26 IPB
Vina Susanti, Ulayat Bengkulu
Eti Kartina, Ulayat Bengkulu

Beberapa dari mereka yg asyik untuk dikunjungi:
Komunitas Telapak
Dani Moenggoro
Mbilung
Sekaralas
SumukraKringetan

teman di sanggar:
Neni
Dion
Deni Boy
Miska
Ari

Orang Ngetop Negeri ini:
Gus Dur
Wimar Witoelar





Free Website Counter
Free Website Counter

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



 
Mar 5, 2009
Braided and Meandering Pengertian Teknikal Sungai

Ada banyak alasan kenapa kita mesti paham istilah dan konsep seputaran sungai. Yah setidaknya kita akrab lah. Karena kalo untuk mendalami, tentu harus ahlinya. Berikut beberapa istilah yg kita dapat dari dua pertemuan capacity building IWRM.

 

Sungai-sungai besar berkelok-kelok (meander) melewati dataran rendah pesisir.

Sungai-sungai ”kepang” (braided rivers) dataran banjir dan teras-terasnya.

 

braided and meandering adalah istilah teknik sungai. Yaitu bagaimana kondisi badan sungai. Braided tuh istilah untuk sungai yg alirannya lurus. Umumnya terjadi di bagian hulu sungai. Sedang meandering adalah istilah untuk sungai yg berkelok-kelok. Untuk setiap kondisi sungai diperlukan perlakuan yg berbeda.


Penting buat kita mengetahui istilah2 ini. Tentu saja orang2 dari pengairan dan Departemen PU yg paling tahu. Tapi kalau kita juga sedikit memahami kondisi alam ini, kita bisa ikut memahami kenapa ada projek2 infrastruktur seperti yg selama ini terjadi.


Projek normalisasi sungai adalah usaha untuk meluruskan sungai yg bentuknya meandering (berkelok-kelok). Jelas akan ada pengaruh terhadap keseluruhan ekosistem jika normalisasi sungai dilakukan. Terutama mempengaruhi bagian hilir dan bagian tengah DAS.


Projek normalisasi sungai adalah projek besar. Ada banyak biaya yg dibutuhkan. Dan sepertinya donor banyak memberi pinjaman untuk projek2 seperti ini. Masih harus dicari, berapa banyak projek normalisasi sungai yg terjadi di Indonesia. Dan kenapa projek normalisasi tetap dilaksanakan jika dampak negatifnya lebih besar dibanding keuntungannya?


Contoh Sungai ‘kepang’ (braided) di DAS Ocona, Arequipa, Peru.

 

Konsep2 dan fenomena lain seputaran sungai. Biasanya kita tidak menganggap informasi ini penting. Mungkin karena tidak paham apa korelasinya dengan pengelolaan sungai. Sekarang bisa lebih hati2 jika mendengar informasi seperti ini.

Posted at 02:05 pm by mustikasari

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry