Suatu usaha untuk mengembangkan diri tentang bagaimana BERBAGI. Bukan, bukan soal berbagi materi semata, hanya satu cara pandang saja yg pasti berbeda dengan cara pandang teman-teman lainnya.
Ada banyak alasan kenapa kita mesti paham istilah dan konsep
seputaran sungai. Yah setidaknya kita akrab lah. Karena kalo untuk mendalami,
tentu harus ahlinya. Berikut beberapa istilah yg kita dapat dari dua pertemuan
capacity building IWRM.
Sungai-sungai besar berkelok-kelok (meander) melewati dataran rendah
pesisir.
Sungai-sungai ”kepang” (braided rivers) dataran banjir
dan teras-terasnya.
braided
and meandering adalah istilah teknik sungai. Yaitu bagaimana kondisi
badan sungai. Braided tuh istilah untuk sungai yg alirannya lurus. Umumnya
terjadi di bagian hulu sungai. Sedang meandering adalah istilah untuk sungai yg
berkelok-kelok. Untuk setiap kondisi sungai diperlukan perlakuan yg berbeda.
Penting buat kita mengetahui istilah2 ini. Tentu saja orang2
dari pengairan dan Departemen PU yg paling tahu. Tapi kalau kita juga sedikit
memahami kondisi alam ini, kita bisa ikut memahami kenapa ada projek2
infrastruktur seperti yg selama ini terjadi.
Projek normalisasi sungai adalah usaha untuk meluruskan
sungai yg bentuknya meandering (berkelok-kelok). Jelas akan ada pengaruh
terhadap keseluruhan ekosistem jika normalisasi sungai dilakukan. Terutama
mempengaruhi bagian hilir dan bagian tengah DAS.
Projek normalisasi sungai adalah projek besar. Ada banyak
biaya yg dibutuhkan. Dan sepertinya donor banyak memberi pinjaman untuk projek2
seperti ini. Masih harus dicari, berapa banyak projek normalisasi sungai yg
terjadi di Indonesia. Dan kenapa projek normalisasi tetap dilaksanakan jika
dampak negatifnya lebih besar dibanding keuntungannya?
Contoh Sungai ‘kepang’ (braided)
di DAS Ocona, Arequipa, Peru.
Konsep2
dan fenomena lain seputaran sungai. Biasanya kita tidak menganggap informasi
ini penting. Mungkin karena tidak paham apa korelasinya dengan pengelolaan
sungai. Sekarang bisa lebih hati2 jika mendengar informasi seperti ini.