Suatu usaha untuk mengembangkan diri tentang bagaimana BERBAGI. Bukan, bukan soal berbagi materi semata, hanya satu cara pandang saja yg pasti berbeda dengan cara pandang teman-teman lainnya.
Kampung Fiksi mengundang para perempuan untuk menuliskan kata hatinya dan berekspresi menulis novel. Kayaknya mesti di skip nih kegiatan mulia.
Januari 50.000 Kata atau Januari50K adalah kegiatan menulis NOVEL sebanyak 50.000 Kata selama 31 hari di bulan Januari yang diadakan sebagai kegiatan tahunan Kampung Fiksi.
Tiring and tough times these days. Ketularan dan pastinya menularkan. Jelas virus ini berasal dari kerisauan hati melihat sistim yg salah di negeri ini. Iya ... damn. Walau tentu ada enaknya. Memakai otak dan berteman banyak. Banyak musuh juga nih. Kebayang memang menawarkan sesuatu yg berbeda dengan mainstream. Bukan musuh sih. Tepatnya adalah orang-orang yg menyebalkan. Ya lah tidak usah ngomongin musuh yg katanya dimana-mana. Orang di sekitar kita juga bisa sangat menyebalkan kok. Dan mereka bukan musuh kita. Hanya karena mereka tidak mengerti atau tidak mau sepakat dengan kita.
What is your suggestion. Hang out sering-sering dan memberi kepuasan hati. Menarik. Untuk siapa? Kecukupan supply dan menjaga ketamakan hati penting itu. Bener banget tuh. Walau selalu temptating kata the Zahir Paulo Coelho. It's just an empty temptation. Not real. And may be not as good as when it was just a temptation. Make it real then. Take a cam and let the world watch and enjoy the beauty of purity like water.
It's your call. The world is ready when you want to do the real challenging one. Just make sure you can control yourself from getting tired. Sebuah ancaman atau undangan untuk terus mengeksplorasi diri. Damn. Fly higher and stay closer. Nothing comes without consequences. Get ready to take a stake and taste a sweet. Better get ready then. The intention to start and continue changing is a maniac.
Nice to know that we are useful for people. So who? That's not important really. Just a talk point. There are always people who knows how to handle so we are all know that. It always the same respon, the way we handle back. And how is that? A little bit here and there? Nop! God knows how we all want it to change. So have me! Don't be afraid to be liked. Of course we will. But let's do our homework first. What homework? To keep continue beeing commited. And to be enjoyable and favorable for people. I hate red. I love water. Haha.
hari ini ada tiga presentasi anak lawalata yg dilakukan dalam satu event yg diberi judul EKSPEDISI LAWALATA. pertama presentasi penyusuran gua di sebuah taman nasional di vietnam. kedua studi herbal di komunitas dayak. ketiga studi lapang akhir di biak. di sela-sela tiga presentasi ada tiga kelompok penghibur dengan petikan gitar dan lagu-lagu unyu (lucu-red).
beberapa bulan lalu, suki minta aku memberi pembekalan untuk anak-anak SLA yg mau berangkat ke Biak. hanya 5 orang yg ikutan ngobrol sore itu. masing-masing cerita tentang sungai yg mengalir di belakang rumahnya. sambil tergagap-gagap karena tidak pernah menyadari akan ditanya soal sungai.
pertanyaan untuk kliwon, ketua tim ekspedisi gua vietnam yg duduk di depan duduk bersebelahan dengan pak bambang mantan TNGP, porcil yg cerita soal gua di ciampea dan saburo sebagai moderator. kalau anda menjadi ketua taman nasional, apa yg akan anda lakukan untuk gua yg ada di kawasan TN? walau pertanyaan itu tidak pernah terlontar di tuh forum karena keterbatasan waktu, tapi sudah kusampaikan langsung. juga lewat tulisan ini. aku tidak pernah bermimpi dan punya keinginan menjadi kepala TN, katanya lantang seperti biasa.
sesi kedua dimoderatori oleh ubo. bu badriah banyak mendapat pertanyaan soal keanekaragaman hayati dan memikat dengan konvensi dan pengalamannya di banyak pertemuan internasional. raisya pluntung mendapat pertanyaan dari anak kornita soal ramuan tradisional narkotik dan segudang harapan tentang ramuan cinta. andai tuh ramuan benar ada dan sakti. habib ditanya soal peraturan adat masyarakat Biak nomor 2. retribusi yg seharusnya mereka bayar malah ditolak. kami sangat senang ada orang yg mendokumentasikan berbagai tumbuhan obat yg ada. semoga buku herbal lawalata segera terbit dan menambah bangga orang sana. asal jangan perusahaan asing aja yg langsung nyaplok dan membeli hak propertinya.
festival rendang menutup pertemuan lawalata. siapa yg bisa tahan dengan rendangnya saburo. provokator yg baik hati dan pintar masak. siapa yg pernah bermimpi menjadi seseorang seperti ada di posisinya saat ini. semuanya terjadi mengalir. anak lawalata terus berganti. tetapi semangat dan rasa itu tetap ada di sana. waktu itu ...
kemalingan. siapa juga orangnya yg mau kemalingan. tidak ada. mengambil sesuatu yg bukan hak nya tanpa permisi adalah perbuatan tercela. gejala sosial apakah ini jika kemalingan terjadi berturut-turut di komplek yg sama?
maling itu berhasil mengumpulkan dan membawa pergi beberapa barang elektronik dan barang pribadi lainnya. tidak ada yg terluka secara fisik. polisi penyidik yg datang dua jam setelah ketahuan kemalingan bilang, nih orang ngutil. hanya mengambil barang-barang kecil yg siap dijual cepat. ini khan dua hari menjelang puasa. semua orang butuh dana ekstra. alias waktunya bagi maling beraksi.
proses pelaporan dilakukan di polsek bogor utara, 3 jam setelah kehilangan diketahui. kejadian diperkirakan antara pukul 1-3 pagi. waktu orang nyenyak tidur, komentar seorang tetangga. penting untuk menuliskan nomor imei atau nomor seri barang elektronik yg hilang. untuk memudahkan penyidikan katanya. di bagian depan, kami menunggu untuk dibuatkan sebuah surat yg mendaftar kehilangan apa saja dan berapa besar kerugiannya. surat kehilangan ini diperlukan untuk mengurus surat-surat yg hilang atau untuk mengurus klaim asuransi. kemudian dilanjutkan dengan proses wawancara menjawab daftar pertanyaan Berita Acara Penyidikan, sekitar 1-2 jam. sangat detil seputar proses kejadian dan dugaan pelaku. hari yg melelahkan. BAP untuk kebutuhan kepolisian, memudahkan penyidikan dilakukan.
maling itu juga mengambil rasa aman di rumah kami. sekarang tidak ada cerita orang keluar rumah baik siang atau malam untuk mengunci pintu. gembok dipasang di pagar depan. satpam selalu siaga dan terlihat lebih ramah menyapa setiap warga yg lewat pos jaga, beda dari hari-hari biasanya.
yg paling dirugikan memang orang yg kehilangan, satpam yg jaga malam itu kena tegur dan menjadi sorotan banyak orang. kerugian berupa barang juga dampak psikologis. menjadi lebih empati bagaimana konsekuensi atas sebuah intervensi dan pemaksaan.
Alasan orang tidak bereaksi karena mereka tidak paham seberapa kritis situasi yg terjadi. Pemahaman atas kritisnya suatu persoalan membantu memahami hidup, membuat perencanaan dan mengalokasikan logistik. Minimal orang akan paham walau bisa jadi tetep tidak akan ada perubahan. Asumsinya orang baik semua.
Jiwa dan semangat berbagi ada di setiap orang. Bagaimana mengelola semangat philantropi merupakan suatu seni sendiri. Tapi kita harus punya dulu sesuatu yg bisa dijadikan topik pembicaraan. Kegiatan pengelolaan volunterisme ini disarankan nanti saja, setelah step 1 dan 2 dilakukan. Apa yg dimaksud step 1 dan 2?
Usaha untuk memberitahu kondisi pengelolaan alam saat ini harus terus dilakukan. Sedianya terjadi sama gencarnya dengan kegiatan eksploitasi itu sendiri karena spirit untuk bercerita tentunya dimiliki juga oleh orang-orang pemegang konsensi itu. Sayangnya dunia tidak sebaik itu. Karena ada yg namanya sifat rakus, jaim, pencitraan, menyelamatkan muka sendiri dan rangkaian sifat buruk lainnya.
Bunga kuping rusa tidak bisa dibuat sup seperti layaknya jamur kuping (Lyndon, 2011). Akarnya tidak cukup kuat, banyak pohon tumbang seperti di Padepokan Depok (Asun, 2011). Bulan Juni ini petal bunganya berguguran. Hanya bunga yg kuat saja yg akan bertahan di atas sana dan siap menyebarkan salju kapuk kelak di Bulan September nanti. Di bawah pohonnya yg rindang memang cocok untuk duduk-duduk, berlindung dari teriknya matahari Bogor. Tidak heran cafe yg ada di dekat pohon itu laku keras dikunjungi banyak orang. Kesan angker sebuah pohon besar tidak terlihat dari gambaran tajuk jenis pohon ini.
Apa arti sebuah koridor bagi sebuah TN dan bagi penduduk desa hutan? (Ghon, 2011). Apa bedanya tingkat kritis koridor cipeuteuy dengan kehilangan hutan muara tae? (RM, 2011). Apa sikap kita? Kita harus mendukung pihak yg melestarikan lingkungan karena seluruh kawasan Nusantara merupakan kawasan konservasi. Masing-masing kasus menyumbang gambaran kompleksitas dan karakteristik kerumitan pengelolaan SDA di negeri ini.
Apa cerita dari pengelolaan air di negeri ini? Itu yg ditunggu orang. Pakai orang yg ada untuk membangun tim yg solid. Saat ini tim yg kamu bangun cair, hilang tiada bekas, tidak bisa diandalkan. Karena dibangun atas kebutuhan projek yg ujungnya memenuhi gaji bulanan saja.
Tidak benar kalau peneliti tidak dibutuhkan (Az, 2011). Peneliti yg tidak kreatif memang merepotkan. Dalam banyak sumbangan pemikiran seorang yg khatam berbagai degree dan topik, sejatinya dinantikan. Kalau kemudian masukannya tidak dijalankan jangan juga sakit hati. Justru inputmu itu memantapkan pilihan sang pengambil keputusan. Memberi gambaran lebih jelas untuk tidak memilih jalan itu tapi pilih jalan lainnya.
Lucu juga (Lis, 2011). Mengumpulkan petal. Membentuk suatu gambaran yg terlihat bagus di kamera hp, di share di fb, membuat orang berkomentar. Poinnya emang ada pergerakan. Ada banyak media kreatif yg bisa ditawarkan untuk mengajak orang berubah dan melihat isu sebenarnya.
Membuat brief statement. Pilih satu topik, satu lokasi, satu kasus. Sebarkan kepada dunia. Sungai Ciliwung dan Sungai Cisadane saja karena lokasinya dekat dengan tempat kita tinggal.
Sedang di kepala tetap menggelayut. Bagaimana bentuk pelibatan publik ke dalam pengelolaan air di Indonesia. Boong banget bentuk-bentuk partisipasi yg sekarang ini dibuat. Lho wong kegiatan dari luar kok. Itu hanya menjadi hajatan yg punya negara tapi bukan sesuatu yg datang dari kebutuhan mereka sendiri. Wah bener juga tuh bapak bilang, kalau kurang all out untuk pembentukan model partisipasi air ini.
Yah yg mana dulu yg harus dikerjain. Semuanya jadi setengah-setengah begini. Tapi siapa juga yg khusus ngerjain hanya satu hal. Hahahaha....
Aku tidak ingat apa yg sudah kukatakan kepadanya. Berbicara melalui sebuah alat, dipandu oleh pertanyaan yg disuarakan melalui sebuah headset. Bah kalau dihitung-hitung dalam bulan ini aku ngalamin dua kali bicara sama 'tembok'. Bukan dalam arti kiasan, tapi dalam arti sesungguhnya. Bicara dengan audience yg entah bagaimana, nggak kebayang raut mukanya. Ngandelin alat teknologi canggih. Apalagi yg minggu lalu, pake acara melek malam karena perbedaan waktu antara benua amerika dan asia terpaut 12 jam.
Bicara dalam bahasa asing atau bahasa lokal, dengan pendengar pejabat pengambil kebijakan atau ibu rumah tangga, siapapun. Poinnya kemurnian berpikir dan ketulisan hati. Mereka bisa mendengar dan merasakan itu dengan baik. Terus berlatih dan membekali diri agar bisa menyederhanakan kerumitan persoalan yg ada. Jangan malah memperumit suasana apalagi kalau tidak diperlukan.
Tujuh menit itu berlalu cepat. Semoga berguna. Topik yg menarik tentang sesuatu yg esensial untuk semua mahluk yg hidup. Dan menyangkut semua segi kehidupan. Tapi tetaplah memakai bahasa manusia dan hentikan semua kerumitan itu!
Just try to understand water is not a simple and familiar feature of our daily life, is in fact a highly complex phenomenon with multiple aspects.
Hari Air Sedunia 2011.
malam terlalu perahu untuk dapat kausebut kapal, yg terombang-ambing dan lagi tak dilengkapi jangkar. angin terlalu dingin untuk dapat kausebut sakal, yg membuat mu getir dan membuat seluruh malam bergetar. bulan terlalu teduh untuk dapat kausebut binal, yg melambung-lambungkan ombak untuk akhirnya menyeret ke dasar.
gerimis menetesi malam, titik demi titik, dalam bebunyian yg tak seluruhnya kaukenal: ada yg terlalu pedih untuk dapat kausebut sesal, derai batang-batang pinus mendaraskan rindu yg kekal.
Wah 'kaya' tentunya menjadi seorang Pekerja LSM.
Kan LSM lagi banyak uangnya sekarang. Begitu komentar seorang ibu guru pengajar
di satu tempat kursus bahasa inggris di bogor, saat aku mengenalkan diri dan
posisi kerjaku. Bukannya lebih enak jadi pegawai negeri, imbuhku. Suaminya
seorang pegawai negeri departemen pertanian. Dia jelas-jelas tidak sepakat
dengan pernyataan terakhirku. Seorang pegawai Deptan lainnya, teman kelasku,
menambahkan, mau gantian dengan posisi ku? Tampaknya dia bersungguh-sungguh.
Perbincangan selanjutnya bergeser. Si ibu guru istri seorang pegawai negeri
berbagi curhat dengan sang pegawai negeri soal pergantian kepala departemen yg
baru-baru ini terjadi. Ada nada tidak puas di sana. Mungkin di situ letaknya
kenapa dia ngiri dengan pekerja LSM. Sebuah kebebasan untuk mencari eksistensi
diri. Persaingan sehat berbasis kemampuan diri.
Firin yg jago mroyek
berniat mau sekolah lagi, ngambil master. Kubilang itu buang duit dan waktu. Sedangkan
sekolah sesungguhnya justru sedang dia jalani. Memang disitu tantangannya. Tidak
ada kurikulum atau mentor yg membimbing, atau pegawai admin dan KRS yg harus
diisi. Pertanggung-jawaban langsung pada diri sendiri dan Gusti Allah. Kalau pun
mau ditarik lebih luas, konstituennya adalah seluruh masyarakat Indonesia. Nah lho
kurang berat apa coba!
Pekerja bebas
seperti kita ini bisa disebut working on ‘development practice’. BPS aja
mungkin tidak mengkategorikan pekerja LSM sebagai sebuah pekerjaan. Kasihan! Seharusnya
organisasi tempat kita bernaung harus mampu menemukan titik temu antara: rigorous
academic research, development policy practice and civil society actions. Dan melahirkan
sebuah model pengelolaan sumberdaya alam dimana semua pihak idealnya turut
serta mengambil keputusan. Model ini bukan model-modelan yg hanya terlihat
bagus di atas kertas. Atau beroperasi saat kucuran dana projek ada. Tapi emang
beneran tertransformasi baik ke komunitas. Menjadi milik dan pengetahuan
komunitas. Dipraktekkan dan mereka juga yg mendapat manfaat. Subhanallah
indahnya. Semoga Tuhan merestui. (wah jadi mellow begini abis nonton konser Iwan kemarin).
Dia sudah terlihat menua dari beberapa tahun lalu saat album perdananya kubeli di Cililitan. Tampilan rambut putihnya hanya bisa ditandingi kerennya Richard Gere. Tapi kualitas suara primanya masih tetap yahud. Menjadi lebih bermakna dengan beberapa lagu bernada religius. Dia sudah menemukan bentukan dirinya. Serentak para OI duduk di aspal sore yg hangat saat Iwan bilang ini lagu titipan Mustafa Bisri. Dan sore semakin ceria dengan kehadiran gelombang rombongan OI berisi anak-anak seumuran SMP-SMA yg datang entah dari pelosok Bogor yg mana, menumpang di bak terbuka. Hujan rintik ala Darmaga pun menyapa mengantar para mahasiswa naik ke lantai 2, sedangkan para OI bertahan dalam hujan gerimis. Wah berapa puluh tahun yg lalu aku naik ke gedung Admin Fahutan ini. Menjadi lebih terasa karena sambil bersenandung bersama sang empunya lagu, ... buku ini aku pinjam ...
Menulis bukanlah
pekerjaan mudah. Hal pertama yg dipelajari seorang anak manusia adalah
mendengar, meniru sampai dia bisa mengikuti dengan sempurna. Diharapkan kelak
dia bisa berbicara bukan hanya meniru orang tua atau apapun yg diberikan oleh
lingkungannya, tapi dia bisa menguraikan sendiri apa isi kepalanya.
Menulis dipelajari
paling akhir dari semua tahapan ini. Menulis membutuhkan jauh lebih banyak
persiapan. Ada orang bilang, mungkin untuk menulis satu paragrap saja perlu
membaca setumpuk buku. Walau terasa lebai memang benar adanya.
Lihat saja kebiasaan
orang kita yg lebih mengembangkan budaya verbal daripada membaca. Minim sekali
produksi tulisan yg bisa kita hasilkan. Bahkan pacebuk, sebuah media yg
idealnya menggunakan tulisan sebagai media untuk mentransfer pesannya,
berkembang baik karena berhasil mengkompromikan bahasa verbal ke dalam bahasa
tulisan. Lihat saja tulisan di beberapa wall, ahhh males nih, ngeselin banget
tuh orang, ada lagi nggak yah. Apa coba itu maksudnya.
Menulis harus
terstruktur, runut, baik cara berpikir maupun tata bahasa. Ini memudahkan juga
orang lain untuk ikut membantu mencermati dan memberikan input. Tulisan yg baik
bukan hasil satu malam. Pada tahap awal kita akan menulis draft. Setiap pagi
kita akan mengubah tata kalimat, cara berekspresi dan pilihan kata, dst.
Jadi kalau ada orang
marah-marah karena inputnya ‘ditelan mentah-mentah’, menurutku salah alamat. Sudah
bagus dia tidak memulai tahapan dari NOL dan mengalami kesulitan membuat draft.
Yg harusnya dia lakukan adalah memperbaiki tulisannya dan mengirimkannya
sebagai feedback tambahan. Kurasa dia juga tidak perlu tahu, daftar kesulitan
yg kamu hadapi minggu ini terutama urusannya dengan acara tulis menulis. Semakin
banyak menulis semakin baik kan. Marahlah kalau kau mau!
Bersukur pulalah masih
ada yg nyela menjelang puasa ini. Itu kan satu bentuk ekspresi anak manusia
saja. Dan kamu beruntung karena masih bisa merasakan interaksi dengan manusia
hidup lainnya – apapun itu bentuknya.