kereteg hate







mustikasari
July 4th
Female
Bogor



bakar-bakar, biar bersih. tapi coba nyalain api di bawah pohon nira sambil nunggu orang yg lagi nge-tap air nira. hmmmm, nyam-nyam ....


kenangan masa kecil yg dicobakan kembali saat berkunjung ke Sungai Utik, Pontianak. Februari 2006.
   

<< February 2010 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28



Suatu usaha untuk mengembangkan diri tentang bagaimana BERBAGI.
Bukan, bukan soal berbagi materi semata, hanya satu cara pandang saja yg pasti berbeda dengan cara pandang teman-teman lainnya.

Kelompok AIR:
Konservasi Sumberdaya Hutan, E.26 IPB
Vina Susanti, Ulayat Bengkulu
Eti Kartina, Ulayat Bengkulu

Beberapa dari mereka yg asyik untuk dikunjungi:
Komunitas Telapak
Dani Moenggoro
Mbilung
Sekaralas
SumukraKringetan

teman di sanggar:
Neni
Dion
Deni Boy
Miska
Ari

Orang Ngetop Negeri ini:
Gus Dur
Wimar Witoelar





Free Website Counter
Free Website Counter

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed


 
Feb 3, 2010
Ibu2 itu tertawa terlalu keras

363. 398.

Sedang nyoba rumah barunya. Cara baru untuk pamer dan eksis. Sesuatu yg mengundang orang lain untuk berkomentar miring. Kalau saja mereka punya akses ke internet dan melakukan sesuatu yg lebih berguna. Kenapa cuman gue doang yg capek dan susah tidur? Apa yg salah dari sistim bermasyarakat kita ini?

 

Tidak berhenti di situ. Sampah juga dikumpulin? Tanyanya keheranan melihat keranjang takakura ku sedang dijemur dibersihkan. Kurasa dia akan keheranan habis melihat ada orang yg begitu carefulnya dengan resource. Wah belum ktemu temen londo ku dia.

 

Mungkin itu jawabnya. Mereka harus diajak agar ketemu sebanyak mungkin orang di luar komplek tempat dia hidup. Kalo orang melihat banyak, orang akan terinspirasi, mendiskusikan, membandingkan, mulai bertanya2. Dan menonton film adalah salah satu cara mengenal kehidupan di luar sana.

 

Jangan ngomong terlalu gede. Bahkan anaknya si teteh aja, menyerah keluar sekolah. Tawaran film ato apapun tidak akan menyentuh lingkaran kehidupan mereka. Terus apa dong???

Posted at 10:42 am by mustikasari
Make a comment  

 
Feb 2, 2010
Menerima pasrah atau bersyarat

Seorang ibu berkata lirih mengungkapkan perasaannya atas kehilangan anak laki-laki kesayangannya. Sudah setahun berlalu ternyata, ujarnya. Dan kita semua terdiam, menghayati rasa yg hadir menyergap itu. Kecuali deru Sungai Ciliwung yg bergejolak mengantarkan aliran sungai berwarna coklat. Di hulu juga sedang turun hujan tentunya.

 

Kenapa kita hanya diam pasrah dan bukannya berontak berjuang keras untuk satu kondisi yg terjadi? We take it for granted. Kita pikir itu adalah suratan takdir. Sesuatu yg harus kita terima karena memang dari sononya begitu. Kenapa tidak ada pikiran ‘nakal’ yg mempertanyakan WHY.

 

Harusnya situasi seperti ini tidak terjadi. Harusnya orang bisa hidup lebih baik. Harusnya orang2 yg tinggal di pinggiran sungai ini tidak begitu saja membangun rumahnya dan beranak pinak di sini. Harusnya mereka layak mendapat rumah yg lebih pantas di satu tempat yg lebih aman. Ini hanya sebuah pilahan tebing yg bisa longsor kapan saja.

 

Harusnya kondisi pelayanan kesehatan di negeri ini lebih baik lagi.

 

Semua orang juga menerima. Tidak ada yg bertanya kenapa. Pemerintah desa memberi ijin tinggal, listrik, PLN, PAM semua terdaftar resmi. Rukun Tetatangga, Rukun Warga, Keluarahan, semua tertulis dalam buku administrasi dengan baik. Tidak ada yg salah.

 

Aku sedang berpikir ala dr. Greg House. He is away to good for me. Setidaknya aku tidak menghentikan curiousity ini begitu saja. Walau tidak jelas di mulanya, tapi yg penting terus menerus memikirkan dan mencobakan (membelum).

Posted at 08:59 am by mustikasari
Make a comment  

 
Feb 1, 2010
Bersukur Kreatif - Nonton bola di Kedai

Bersukur harus tahu caranya. Cari cara kreatif yg otak kita bisa menerima bahwa itu memang yg namanya bersukur. Berterimakasih atas segala yg kita miliki dan jika punya keberanian lebih, kembali menyusun satu mimpi baru. Asik juga punya Kedai yg rame dikunjungi orang.

 

Nongkrong di Kedai nemenin orang2 penggila bola itu nobar. Mereka bersorak dan berteriak saat tim favoritnya melakukan manuver2 mempertunjukkan keahliannya. Atau menyayangkan saat ada kesempatan yg terlewatkan. Kurasa nobar merupakan satu terapi hidup. Lasta masta. Jauh dari kerumitan hidup yg dijalani sehari2. Tidak lebih dari 50 orang yg tidak saling kenal bisa menatap ke satu titik yg sama. Kasian sekali orang yg tidak punya hobi.

 

Dalam Julie and Julia, seorang perempuan warga NY (Amy Adams) mempunyai target untuk menulis satu artikel yg diambil dari buku resep tebal karangan seorang penulis Amerika yg lama tinggal di Perancis (Meryl Streep). Setiap harinya dia mencoba satu jenis masakan baru dan menuliskan cerita apa yg terjadi dalam kehidupan kesehariannya di balik setiap praktek resep itu.

 

Kepikiran untuk menulis resensi satu buah film setiap harinya. Dan melihat bagaimana film itu terkait dengan gerakan air yg sedang kamu usung. Ide bagus juga. 365 hari dengan 400 resensi film. Menjadi jelas apa goal harian dan goal tahunan.

 

Posted at 09:56 am by mustikasari
Make a comment  

 
Jan 26, 2010
metode seradak-seruduk

bermodal referensi email dari seorang kontak di NGO Internasional, maka sang jurnalis denmark itu dengan nyantainya terbang ke Indonesia. setelah penerbangan total hampir 24 jam, dia pun pasrah saja ketika ditembak 500rebu naek taxi sampe ke Santika Bogor. Yg juga happen harus bayar untuk rate 1 juta/malam karena tidak pake persiapan. lebih parah lagi, ketika ditanya adakah framework atau outline kerja yg ingin dia capai selama dia ada di sini, dia pun hanya mengandalkan cerita dan beberapa poto yg dia download dari internet.

sebagai seorang freelance dari sebuah suratkabar terkemuka di salah satu negara terkemuka di Eropa, mungkin dia memang punya keleluasaan lebih besar untuk bermanuver seperti itu. berniat untuk tinggal selama sebulan di Indonesia. Menuliskan sebuah cerita tentang bagaimana rusaknya pengelolaan sungai dengan tingkat polusi paling tinggi di dunia. Dia lebih punya modal karena dengan beberapa bulan saving, memungkinkan dia untuk travel dan studi di Indonesia. Selain itu keberanian yg mereka miliki untuk beradventurir menjelajah dunia, sangat besar. Mereka tahu bahwa kerja keras mereka ada harganya. Kalau dia bisa menuliskan tentang sungai citarum dan segala hiruk pikuknya, maka dia bisa menjual cerita dan bahkan menulis sebuah buku dari sana.

Sebuah privilege buat orang kita umumnya. Ah ndak juga, elo ajah tidak berani. Hehe..

Posted at 01:17 pm by mustikasari
Make a comment  

 
Jan 4, 2010
Rapat evaluasi (perempuan)

Catatan pagi hari.

Capek mendengar perempuan ini bicara. Tapi aku bisa menahan diri. Mendengarkan sampai dia selesai. Dan kemudian berkomentar. Anehnya komentar ku malah mendapat pujian. Katanya karena aku sudah hidup dengan pikiran seperti itu, maka bukan hal yg aneh jika aku berkomentar berbeda dengan orang umum kebanyakan.

 

Catatan siang.

Perempuan itu sudah pernah melahirkan seorang anak perempuan 4 tahun lalu. Dan saat ini baru juga melahirkan seorang bayi perempuan mungil. Sejarah terulang. Mereka menikah grasak-grusuk. Banyak orang bertanya apa yg terjadi. Padahal kuyakin orang juga tahu apa yg sudah terjadi. Perempuan pagi ku bilang, sukurlah sang lelaki bertanggung-jawab. Dalam artian mengakui bahwa memang itulah anakku.

 

Catatan sore.

Oh kamu mau mendengar suara ku. Dan senyap itu malah memberi ku tambahan energi. Walau agak sengau karena penuh emosi, tapi berhasil membuat orang diam dan mendengar. Walau agak kecewa melihat hasil pencatatan, memang tidak banyak yg kamu katakan. Kenapa tidak sibuk untuk nge-draft ngonsep biar agak lebih terarah. Toh sudah paham bahwa skill verbal mu kurang berkembang dibanding skill menulis mu. Setidaknya itu pembuka yg cantik.

 

Perempuan itu marah, terluka hatinya karena mendengar selentingan kabar bahwa dia tidak mampu bekerja perform. Haha... memang tidak enak dibilang begitu. Tapi juga bukan tidak mungkin itu adalah feedback yg paling baik yg bisa diberikan orang. Karena dunia memang kejam. Mereka tidak peduli bagaimana proses terjadinya. Pokoknya semua beres. Kalau pun tidak beres, setidaknya ada penjelasan yg masuk di akal. Belum lagi harus punya kemampuan untuk menjelaskan argumentasi itu dengan suara lantang dan argumentatif. Ah panjangnya buat perempuan untuk menjadi hebat.

 

Perempuan itu melipatkan kakinya. Jeans hitam ketatnya memberi kesan mengundang. Walau dia sibuk mengelus kerudung memastikan agar jarum pentulnya tidak merubah kerutan dan posisi kerudung di dahinya, tapi jelas bahasa tubuhnya mengatakan hal lain. Pandanglah aku dan nikmatilah. Tidak tahu juga apakah dia sadar dengan situasi ini. terlalu aja kalo tidak sadarkan diri. Sampe usia 29 tahun dan perempuan tidak menikah memang biasa jadi aneh2 ato beberapa cenderung trouble. Harusnya ada penyaluran dalam bentuk lain agar keseimbangan itu terjadi. Sayang ada banyak norma yg membatasi. Dan kita ditantang untuk lebih smart mencari penyaluran demi balance itu terjadi.

Posted at 03:24 pm by mustikasari
Make a comment  

 
Jan 3, 2010
How sloppy u’r?

Walau dimulai dengan sedikit bersitegang di pagi hari tapi ditutup dengan smile di sore hari. Udah jelas kamu hidup dengan orang yg menjunjung tinggi nilai2 anti sloppy. Dan minggu terakhir di tahun 2009 ini memberi ku hadiah terindah. Membuka diri atas satu sifat diri, sloopy, slordeh, teledor. Tidak enak mendapat feedback pait seperti ini. tapi kalau berpikir bahwa tidak ada yg sempurna, maka poin ini bisa diterima lapang dada. Tinggal bagaimana kita memperbaikinya.


Coba ingat. Bagaimana saat kamu menulis email. Bandingkan dengan teman2 sebaya mu. Bagaimana kamu bertutur dan berpikir. Cek tulisan2 mu di blog. Jelas menunjukkan si sloppy ini. teman2 mu sudah berusaha mengatakan poin ini. elo ajah ndableg (apa lagi tuh bahasa englishnya).


Tapi hebat nya ini training/projek peningkatan kapasitas diri. Selain mendapat tambahan elmu baru tapi juga mampu merubah, membedah, mengacak2 isi kepala dan kebiasaan diri. Dicarikan seorang guru privat yg mampu menyusun kurikulum sesuai kebutuhan, tidak kurang tidak lebih. Langsung menyangkut pula dengan pengelolaan SDA. Untuk kemudian menuju hidup yg lebih baik.

Siapa mau turut?

Posted at 09:55 pm by mustikasari
Make a comment  

 
Dec 13, 2009
Mak nangis tidak punya uang

Seorang ibu mengeluh karena anaknya tidak juga mandiri.

Kasih tahu cara berpikir. Bukan solusi. Begitu saran seorang teman saat kutanya bagaimana caranya agar anak bisa mandiri kelak dalam hidupnya. Kurasa pesan yg sama bisa diberlakukan untuk siapapun. Masyarakat yg kita dampingi, atau mitra yg menjadi rekanan dalam projek, dsb.

 

Bagaimana cara memberi tahu orang lain tentang cara berpikir? Sedangkan orang umumnya ingin yg instan saja. Apa solusinya? Tanpa dia sendiri mau ikut serta berpikir terlibat ke dalam proses perubahan itu. Rasanya enggan membuka casing kepala dan menggunakan sel biru otak kita untuk berpikir. Jelas saat kita berpikir kita akan dihadapkan pada pilihan-pilihan dan tantangan untuk melakukan satu pilihan. Memilih adalah suatu resiko, apapun itu pilihannya. Kita memang tidak dibiasakan untuk memilih. Sistem Pendidikan baik di rumah atau pun di sekolah kurang memberi kesempatan buat kita untuk mengembangkan poin ini.

 

Bayangkan saat pertama kali masuk dan memesan pizza di sebuah resto Italia saat kunjungan pertama ku di Amerika. Mau pesan pizza jenis toping apa? Ada setidaknya 10 list daftar campuran pizza. Tanpa pengetahuan yg cukup, jelas bingung. Kemudian ditanyakan apakah extra cheese. Kemudian bagaimana pinggiran pizza nya. Kemudian bagaimana roti pizza nya, reguler atau crispy. Bahkan sampai pesan minuman Coke pun selalu diberi pilihan, reguler atau diet.

 

Dan betul yg kulakukan adalah mencoba mencari tahu, baik lewat ngobrol, membaca buku, googling tentang jenis2 toping. Bahkan kalau kita udah janjian mau makan di resto X, kita bisa mempelajari menunya melalui internet. Minta rekomendasi teman tentang jenis makanan mana yg paling enak. Dan kalau udah terlalu capek, tinggal pilih jenis makanan pertama yg ditawarkan pramusajinya. Atau tanya balik, what is your special menu today?


Serupa dengan analogi pesan pizza. Ajarkan mereka dengan pola berpikirnya. Dan berikan kebebasan agar mereka sendiri menentukan pilihannya. Nah di bagian ini yg biasanya seru. Karena merasa kita yg sudah mengajari, maka saat sang anak didik punya sesuatu yg berbeda, kita anggap itu nyeleneh. Padahal itu khan konsekuensi membuat seseorang pintar dan menggunakan otaknya.


Posted at 10:38 am by mustikasari
Make a comment  

 
Dec 9, 2009
Jangan kebanyakan meeting

Begitu kata seorang teman mengingatkan. Aku menambahkan buang2 umur. Dan dia tertawa senang karena teorinya dibenarkan.

 

Tapi sesungguhnya aku merasa kebalikannya. Aku justru merasa hidup saat pertemuan projek ku berlangsung. Beberapa minggu sebelum itu kucurahkan untuk melakukan persiapan. Melalui malam2 panjang memahami bagaimana institutional arrangement WRM. Bagaimana pengelompokkan dan pengkategorian laws and regulation. Bagaimana WS ditetapkan. Bagaimana model DSDAN, DSDAP dan Komite DAS bisa direalisasikan. Dan ketika pertemuan itu tiba lega rasanya. Karena semua persiapan dan kepusingan otak bisa dikeluarkan. Ada wadah nya. Ada orang yg mendengarkan, menanggapi, mencermati, memberi feedback, dan merumuskan langkah apa selanjutnya yg harus dilakukan.

 

Menurut mu darimana aku bisa dapat input sebrilian itu kalau bukan dari meeting? Wong dia juga menghabiskan banyak waktu dengan rapat2 koordinasi berkepanjangan. Emang lho pikir orang bisa mendadak pintar dalam satu malam apa!!! Dan dunia memang tidak akan pernah mengerti kita semudah itu.

Posted at 04:48 pm by mustikasari
Comments (2)  

 
Nov 25, 2009
tawaran kepada indonesia
kita akan menawarkan paradigma baru pengelolaan air di indonesia. dengan berbasis 3 hal, water as human right, sustainable ecosystem dan community-based management. that is matter. imaginasi tentang bagaimana dan apa setelah kita mampu merumuskan 3 hal ini, baru kita lakukan kemudian.

kita sudah melakukan hal yg sama untuk hutan, laut berupa karang dan ikan hias. intinya sama. bungkus kemasannya saja yg berbeda dan berubah disesuaikan dengan kebutuhan.

jangan menawarkan kesempatan orang untuk bermimpi di atas sesuatu yg belum jelas. bereskan dulu pondasinya. jangan sampai juga terjebak ke alam wacana-wacana diskusi debat jargon. sajikan referesni yg sifatnya memang praktis-pernah dilaksanakan di lapang dan mudah untuk diaplikasi. biar saja yg rumit dan berteori urusannya para peneliti. bener juga yah...

aneh kenapa terasa baru begitu terang sekarang. kemana aja luh kemarin? banguuuuuunnnnnnnn!!!!
Posted at 07:09 pm by mustikasari
Make a comment  

orang datang dan pergi
biasa itu. orang akan datang dan pergi. bayangkan saja pengalaman mu dengan pengasuh anak dan pembantu rumah tangga. entah berapa sudah perempuan muda datang ke rumah ku. memberi warna tersendiri saat mengasuh si kecil. sebelum akhirnya bisa nemu yg klik seperti sekarang. kurasa anggota team kerja seperti itu juga. mereka juga berhak hidup dan mencari penghidupan yg lebih baik. besar kemungkinan projek mu tidak memberi cukup challenging untuk orang stay. atau bisa juga kamu telah berhasil membuat mereka pergi. menyadari bahwa dunia adalah luas. dan tidak sabar untuk segera melakukan sesuatu on their own. tidak bisa dipaksakan. biar sajalah. dan biasa sajalah. biasa itu dalam perjuangan. hehe... 
Posted at 06:52 pm by mustikasari
Make a comment  

Next Page